jump to navigation

Kadin Indonesia Menghimbau Semua Perusahaan Pertambangan Segera Melaksanakan COMDEV March 23, 2006

Posted by ekon in industri, Uncategorized.
trackback

BERITA

Demi Terciptanya Ketenteraman Bersama, Maka Kadin Indonesia Menghimbau Kepada Semua Perusahaan Pertambangan Untuk Segera Melaksanakan COMDEV

Kepada kalangan pengusaha, khususnya perusahaan yang bergerak dibidang pertambangan dihimbau agar melaksanakan tanggung jawab sosial berupa community development (COMDEV) dengan benar untuk membantu membangun masyarakat disekitar lokasi penambangan.

“Kami akan menghiimbau kepada para investor jsupaya mau melaksanakan tanggung jawab sosialnya untuk membangun kondisi masyarakat, dimana proyek itu digarap. Dan hal itu semestinya sudah merupakan suatu kewajibannya,” kata Ketua Umum Kadin Indonesia MS Hidayat di Jakarta, Rabu tanggal 22 – 3 -2006.
Realisasi COMDEV adalah merupakan tanggungjawab sosial untuk kepentingan semua pihak agar ketenangan berusaha akan tetap terjaga dan masyarakat disekitar lokasi akan ikut merasakan dampak positifnya.

Hidayat berharap, kekerasan masyarakat di sekitar proyek terhadap perusahaan penambangan yang terjadi akhir-akhir ini seperti halnya di Freeport (Papua) dan Newmont (NTB) itu terjadi bukan karena masalah COMDEV

“Kalau hal itu (COMDEV) dianggap masih kurang dapat diterima, solusinya adalah dapat dikaji kembali dan dibicarakan dalam suatu proses hukum yang sesuai ketentuan kontrak,” kata Hidayat.

Hidayat memberikan contoh, bahwa berdasarkan keterangan pihak Newmont di NTB, perusahaan itu mengeluarkan dana COMDEV sekitar Rp30 miliar setiap tahunnya. “Tentu mereka bersedia kaji ulang COMDEV itu bila dikehendaki oleh semua pihak,” lanjutnya.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia yang juga Ketua Komisi VII Agusman Effendi mengatakan bahwa saat ini tidak ada aturan khusus dan rinci mengenai COMDEV dalam undang-undang.

Oleh karena Agusman mengajak kepada seluruh elit politik agar mau memberi masukan dalam Undang-Undang Mineral dan Batubara yang sedang dipersiapkan oleh DPR, apakah masalah COMDEV iitu perlu diatur lebih rinci lagi.

“Bagaimana melakukan perlakuan khusus kepada masyakarakat adat misalnya bisa dimasukkan dalam undang-undang ini yang kita harapkan akan dapat selesai secepatnya,” kata Agusman.

Sementara itu Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Pertambangan Gito Ganindito, mengatakan bahwa pada tahun 2004 lalu total dana COMDEV yang sudah dikeluarkan sekitar 10-20 perusahaan penambangan besar mencapai Rp466 miliar.

Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia Bidang Kerjasama Ekonomi Internasional John Prasetyo menilai masalah COMDEV bukan inti persoalan yang memicu kekerasan dan unjuk rasa besar-besaran dari masyarakat di sekitar penambangan.

Pada acara pertemuan tersebut, Kadin Indonesia juga mengeluarkan siaran Press, seperti yang ditampilkan dibawah ini:

Pers Release Kadin Indonesia

” Dunia Usaha Mohon Elite Negeri Bersatu”

Tanggal 1 Maret lalu, pemerintah mengumumkan Inpres 3/2006 mengenai “Paket Kebijakan Perbaikan Iklim Investasi” yang diharapkan mampu mengembalikan Indonesia menjadi tempat tujuan investasi yang menarik di mata investor asing dan dalam negeri. Terlepas dari beberapa kelemahan substansi paket tersebut, pada prinsipnya dunia usaha menyambut baik ‘janji’ pemerintah tersebut untuk bersama sama dengan dunia usaha memperbaiki iklim investasi.

Di tengah-tengah proses upaya bersama yang telah dimulai tersebut, muncul berbagai hal yang amat menggelisahkan dunia usaha. Peristiwa besar unjuk rasa tuntutan penutupan PT. Freeport Indonesia yang menelan korban jiwa, pembakaran belasan kamp karyawan PT. Newmont Nusa Tenggara yang memaksa manajemen perusahaan tersebut menghentikan ekplorasi tambangnya di kawasan Elang Rinti Kecamatan Ropang Kabupaten Sumbawa Besar NTB, aksi penolakan Joint Operation Agreement yang telah ditandatangani Pemerintah dan Exxon Mobil, rencana kenaikan TDL, mogok masal angkutan pelabuhan di berbagai pelabuhan utama, dirasakan oleh dunia usaha sebagai peristiwa peristiwa amat penting yang menguji kesungguhan kita untuk perbaikan iklim investasi.

Menghadapi hal hal tersebut, dunia usaha menghargai langkah positif ketegasan pemerintah yang menjamin kepastian kontrak dengan PT. Freeport, penundaan kenaikan Tarif Dasar Listrik (TDL), pencabutan KMK 527/KMK.O3/2003 tentang Jasa Angkutan Umum Darat dan Air yang Tidak Dikenakan PPN untuk menghentikan mogok masal angkutan pelabuhan.

Dunia usaha memahami bahwa peristiwa-peristiwa tersebut terjadi salah satunya disebabkan oleh fakta yang tidak ideal menyangkut praktek good governance dan good corporate governance yang belum diterapkan secara memadai, baik terkait histori proses perijinan usaha maupun pengelolaannya. Dunia usaha juga sedang berusaha untuk memahami secara-sungguh sungguh dan memikirkan cara terbaik untuk mengatasi persoalan persoalan kemasyarakatan dan rasa keadilan yang dirasakan belum banyak ditangani terkait investasi-investasi tersebut. Sayangnya pada saat proses tersebut sedang berjalan, dunia usaha menandai adanya beberapa indikasi bahwa diluar persoalan pengelolaan usaha, ada issue-issue politis yang mendorong terjadinya insiden-insiden tersebut.

Adalah hak para pemimpin masyarakat warga, politisi, dan berbagai stakeholder pembangunan lainnya untuk menyampaikan pendapatnya secara bebas. Dunia usaha sepenuhnya mendukung kebebasan berpendapat di negara kita yang demokratis ini. Namun demikian, dalam tatanan masyarakat yang sedang dalam tahap sangat awal menuju pematangan demokrasi, dunia usaha mengharapkan agar para pemimpin formal dan informal kita juga menyadari bahwa diperlukan kearifan bersikap untuk mengedepankan upaya-upaya dialog dalam membangun kedewasaan bernegara.

Dunia usaha juga yakin bahwa para pemimpin masyarakat warga, politisi, eksekutif dan tokoh-tokoh media masa menyadari bahwa salah satu tantangan terbesar yang kita hadapi saat ini adalah perlunya penyerapan tenaga kerja yang bisa terjadi apabila ada investasi. Saat ini, setelah konsumsi melemah akibat penurunan daya beli masyarakat, investasi menjadi fakta kunci bagi percepatan pertumbuhan ekonomi, penciptaan lapangan kerja dan peningkatan penghasilan masyarakat. Untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 6,1% pada tahun 2006, yang diperlukan agar masalah pengangguran tidak menjadi lebih buruk, Indonesia membutuhkan dukungan investasi swasta sebesar Rp 688 trilyun.

Bukan untuk bermaksud membesar besarkan peran investasi apabila dunia usaha menyuarakan hal ini karena pada kenyataannya rakyat membutuhkan lapangan kerja dan tingkat kesejahteraan yang lebih baik. Dalam persaingan dunia yang sangat kompetitif saat ini, bangsa Indonesia harus mampu memanfaatkan modal-modal internasional untuk diinvestasikan di Indonesia. Paradigma inilah yang harus terus ditanamkan pada bangsa ini untuk menggunakan nasionalisme ke-Indonesiaan dengan mengambil manfaat optimal dari globalisasi bagi kepentingan memerangi kemiskinan melalui aktivitas investasi. Untuk itu dunia usaha mengharapkan ketenangan dalam melaksanakan tugasnya secara optimal dalam memberikan lapangan pekerjaan kepada masyarakat dan pemasukan pajak bagi negara.

Dengan keinginan kuat untuk bangkit dari keterpurukan ekonomi yang sudah berlangsung amat lama, dunia usaha sungguh tidak bisa lain selain berharap adanya ketenangan berinvestasi, dan kembali menyuarakan hal hal yang sudah berulang kali disampaikan yaitu: 1) pentingnya kepastian. usaha, 2) penghormatan kontrak-kontrak usaha, keamanan berusaha, dan 3) kepastian pelayanan. Tanpa dukungan itu semua, dunia usaha tidak sanggup untuk membantu bangsa ini dalam memberikan sinyal-sinyal positif iklim investasi di Indonesia.

Dalam kesempatan ini, KADIN menegaskan kembali keinginan para pelaku usaha untuk secara sungguh-sungguh menghapus praktek praktek pelanggaran good corporate governance di lingkungan dunia usaha, yang harus dilakukan pararel dengan praktek good governance yang menjadi tugas pemerintah untuk mewujudkannya. Untuk dapat mewujudkan hal hal itu, dunia usaha mohon para elite nasional negeri ini, elite daerah, dan para pemuka kelompok-kelompok masyarakat akar rumput dan tokoh tokoh media masa untuk bersatu mendukung upaya penciptaan ketenangan berusaha di negeri ini.
Jakarta, 22 Maret 2006
Dewan Pengurus
Kamar Dagang dan Industri Indonesia
Mohamad S. Hidayat ( Ketua Umum )

Comments»

1. mai-mai - April 5, 2006
2. Andi Ian Latanro - November 29, 2006

Program Comdev, adalah program yang mutlak di terapkan dan harus tepat, tidak hanya sekedar pada pencapaian anggaran comdev tersalurkan secara keseluruhan, melainkan bagaimana program itu bisa berjalan, mulai dari taraf sistem, communikasi, dan pemberdayaan masyarakat lokal, masyarakat sedapat mungkin punya peran aktif dalam penyelenggaraan investasi di sekitar lokasi perusahaan.

kami dari LWarNUS Coorporate aktivity MAnagement, dalam waktu dekat akan menggelasr workshop ” COMMUNITY DEVELOPMENT SUMMIT ” program workshop di selenggarakan 2 hari di Clarion & Convention Hotel Makassar, peserta di batasi 20 person. tiap chapter.. nara sumber dari para praktisi COMDEV dan Antropolog dari UNHAS. dgn investasi 2.000.0000/person, include : kamar hotel 2 hari, breakfast, lunch, 2 x coffee break, sertifikat, dan majalah & koran selama workshop.

tks. regards

AND IAN LATANRO
Managing Director
LWarNUS Coorporate Aktivity MAnagement.

3. zulfikar - January 14, 2007

pemerintah daerah selalu menjadikan masyarakat selalu dijadikan objek dalam mengambil dana pm dari perusahaan. karena alasan wilayah dan kekuasaan. ini penjajahan gaya baru dan lebih kejam dari japang dan belanda dulu

4. IMAM - November 18, 2007

COMDEV BAIK SECARA STRUKTURAL MAUPUN KULTURAL HARUS DITERAPKAN SETIAP PERUSAHAAN…
STRUKTURAL DALAM ARTI. SEMUA FUNGSIONARIS PERUSAHAAN HARUS MENEMPATKAN PEKERJA DIDAERAH SEKITAR PERUSAHAAN..

KULTURAL DALAM ARTI,, PERUSAHAAN JANGAN MENGHILANGKAN BUDAYA SETEMPAT DENGAN MENGGESER ARUS BUDAYA LOKAL DENGAN BUDAYA BARU BAHKAN BARAT…

5. etha - September 26, 2008

haiiiiiiiiiiiiiiii
ag mau nany nich kenapa y
ekonomi di indonesia tdk berkembang.
apa lagi di daerah ag alias nias


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: