jump to navigation

7-8 Maret 2006: RAPAT PIMPINAN NASIONAL KAMAR DAGANG DAN INDUSTRI February 28, 2006

Posted by ekon in Agenda, industri, perdagangan, Uncategorized.
trackback

MUSYAWARAH NASIONAL KHUSUS KAMAR DAGANG DAN INDUSTRI TAHUN 2006 tanggal 8 Maret 2006 di Jakarta.
 
Diselenggarakan berdasarkan Latar Belakang kondisi politik dan ekonomi yang dihadapi oleh kalangan dunia usaha nasional yang harus menghadapi persaingan global saat ini, sementara itu pada tahun 2005 lalu, merupakan tahun pertama Kabinet Indonesia Bersatu dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya.

 
a. Tahun 2005 adalah tahun pertama Kabinet Indonesia Bersatu melaksanakan tugas dan kewajibannya, setelah masa ‘bulan madu’ seratus hari. Berbagai catatan penting yang berpengaruh luas antara lain, naiknya harga minyak dunia yang mengakibatkan penaikan harga BBM dan lemahnya nilai tukar rupiah, meningkatnya jumlah angka kemiskinan dan pengangguran, meningkatnya stabilitas politik dan keamanan, menurunnya ancaman separatisme, meningkatnya upaya pemberantasan korupsi, pembenahan birokrasi dan militer, dan perombakan (reshuffle) kabinet.
 
b. Pemulihan bencana Aceh dan Nias belum optimal kendati telah terbentuk BRR (Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi) Aceh dan Nias, bencana tanah longsor dan banjir menghadang di berbagai belahan negeri ini. Endemi flu burung telah menjadi ancaman global, ditambah guncangan formalin dan boraks pada sub sector makanan dan minuman. Dampak lanjutan dari kenaikan harga BBM telah mendorong timbulnya protes bagi perbaikan UMR, di pihak lain kriminalitas bermotif ekonomi semakin meningkat.
 
c. Perekonomian masih berada pada tahap awal pemulihan, walaupun beberapa aspek fundamental ekonomi mulai mantap, PDB (produk domestik bruto) tahun 2005 tumbuh sedikit di atas 5%. Minat investor asing meningkat, realisasi investasinya mulai naik. Tetapi, investasi pada sektor infrastruktur yang diharapkan mampu menyerap tenaga kerja banyak belum terjadi secara signifikan. Aspek perpajakan, tanah, tenaga kerja dan insentif investasi masih belum mampu memberikan ‘madu’ bagi masuknya modal asing, ketimbang kebijakan negara pesaing seperti Malaysia, Vietnam dan China.
 
d. Rencana pembangunan dan APBN 2006 memang sudah ditetapkan, tetapi ada pertanda perlu ada peninjauan kembali sesuai dengan perkembangan harga energi/ minyak bumi. Penetapan TDL tahun ini akan menambah beban kenaikan biaya produksi, dan jika efisiensi usaha tak terjadi akan mengancaman gelombang PHK. Upaya restrukturisasi perbankan dan perusahaan masih berlanjut, diiringi pemantapan arsitektur perbankan. Meskipun antara lain telah meletakkan prioritas pada pembiayaan UKM, pembentukan lembaga penjaminan, pembiayaan perumahan, realisasi kebijakan itu belum optimal menggerakkan sektor riil.
 
e. Pelaksanaan Otonomi Daerah sejak 2000 memberikan dampak yang luas dalam tatanan perekonomian nasional. Peranan daerah dalam menentukan kebijakan perdagangan, industri dan investasi, serta perpajakan sangat mewarnai iklim investasi, khususnya iklim berusaha di daerah. Masih banyak regulasi dan kebijakan daerah yang kontra produktif dan perlu dikoreksi.
 
f. Dunia usaha nasional juga belum terpetakan dengan jelas. Implementasi pemanfaatan informasi Wajib Daftar Perusahaan telah menjejaki pelaksanaan pilot proyek di lima kota. Implementasi SE Menteri Dalam Negeri tentang pengembangan potensi daerah masih memasuki tahap sosialisasi. Kedua instrumen dan kegiatan tersebut diharapkan mampu memberikan jawaban terhadap kebutuhan data/ informasi dunia usaha nasional dan peta potensi investasi daerah.
 
g. Kemitraan Kadin dan Pemerintah, baik secara alamiah maupun sejalan dengan amanat Presiden RI pada Rapimnas 2005 mulai memperlihatkan kemantapan, kendati masih diperlukan upaya perkuatan secara struktural hingga Pemerintah Provinsi dan Kabupaten/ Kota. Meskipun dalam posisi sebagai mitra utama Pemerintah, Kadin juga tetap berkemampuan menunjukkan independensinya sebagai lembaga publik, seperti penyikapan dalam aspek perpajakan.
 
h. Pada tahun 2005 lalu, Kadin telah menyusun peta-jalan (roadmap) percepatan pembangunan perekonomian nasional baik sektoral, lintas-sektoral dan spasial. Hasil implementasinya masih perlu ditingkatkan melalui pengembangan langkah-langkah strategis dan taktis yang menjadi acuan bagi dunia usaha menghadapi liberalisasi dan globalisasi perdagangan.
 
i. Sekretariat Kadin Indonesia telah berhasil meraih pengakuan sistem manajemen mutu ISO 9001: 2000 pada bulan Agustus 2005, yang kemudian diikuti langkah pembentukan kantor perwakilan di Seoul, Korea. Penerapan sistem manajemen mutu tersebut pada jajaran pengambil keputusan Kadin, pada sekretariat Kadin di daerah serta Asosiasi/ Himpunan dapat menjadi standar profesionalitas organisasi modern. Di pihak lain, pembentukan dan pengelolaan kantor perwakilan di luar negeri juga mampu memberikan layanan langsung untuk mendorong kegiatan investasi dan perdagangan internasional secara ofensif.
 
Semua perkembangan tersebut menuntut Kadin harus meningkatkan peran dan fungsinya memfasilitasi dunia usaha, khususnya dalam aspek-aspek perdagangan dan investasi internasional, pengembangan ekonomi daerah, perkuatan UKM dalam upaya menghadapi persaingan global.
 
RAPIMNAS KADIN 2006
 
Dalam kondisi tumbuhnya berbagai tantangan domestik dan global serata gejala perubahan dan indikator baru perekonomian tersebut, Kadin Indonesia menyelenggarakan Rapat Pimpinan Nasional (Rapimnas) Kamar Dagang dan Industri (Kadin) sebagai suatu instrumen organisasi untuk melakukan evaluasi kegiatan, mengembangkan koordinasi, sinkronisasi dan upaya-upaya sinergistik dalam perencanaan dan pelaksanaan program-program antar-jajaran. Rapimnas Kadin Tahun 2006 diselenggarakan di Jakarta pada tanggal 7 -8 Maret 2006 dengan ketentuan-ketentuan berikut:
 
DASAR
Rapimnas Kadin 2006 diselenggarakan berdasarkan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD-ART) Kadin, khususnya:
a. AD Pasal 21 : Dewan Pengurus Nasional;
 
b. AD Pasal 22 : Rapat Pimpinan Nasional; dan
 
c. ART Pasal 26 : Rapat Kerja.
 
FUNGSI
Sesuai dengan amanat Pasal 22 Anggaran Dasar Kadin, Rapimnas Kadin Tahun 2006 berfungsi untuk:
 
a. menetapkan Sasaran dan Program Kerja Tahunan serta pembagian tugas setiap jajaran organisasi.
 
b. melakukan evaluasi terhadap koordinasi, sinkronisasi dan upaya sinergistik dalam perencanaan dan pelaksanaan program-program antar-jajaran.
 
c. membantu Dewan Pengurus Nasional untuk memutuskan hal-hal yang tidak dapat diputuskannya sendiri, dan hasilnya dipertanggung-jawabkan kepada Munas.
 
TEMA
Berdasarkan kondisi lingkungan strategis, kecenderungan perkembangan tantangan liberalisasi dan globalisasi perdagangan, serta upaya pewujudan paradigma baru tersebut, Rapimnas Kadin Tahun 2006 diselenggarakan berdasarkan tema:
 
“Strategi dan Langkah Nyata Dunia Usaha Menghadapi Persaingan Ekonomi Global”
 
Sub tema:
 
“Perkuatan Sistem dan Sumber Daya Dunia Usaha Dalam Meningkatkan Peluang Usaha, Kesempatan Kerja dan Menghadapi Persaingan Global”
 
SASARAN
Sasaran atau keluaran (output) dari penyelenggaraan Rapimnas Kadin Tahun 2006 adalah Rencana Kerja Kadin tahun 2006 dan rumusan kebijakan stratejik dan langkah taktis meningkatkan peluang usaha, kesempatan kerja dan upaya menyiasati persaingan global.
 
BAHAN BAHASAN
Acuan dasar materi pembahasan Rapimnas Kadin Tahun 2006 adalah Kebijaksanaan Umum dan Rencana Kerja Kadin Periode 2004-2008 yang ditetapkan dalam Munas IV Kadin tanggal 19-20 Februari 2004, dan rencana pembangunan nasional yang ditetapkan pemerintah untuk penyusunan RAPBN 2006. Bahan bahasan utama lainnya adalah:
 
a. Rancangan Rencana Kerja Kadin tahun 2006 dari setiap bidang dan komite tetap.
 
b. Masukan materi pembahasan Rapimnas Kadin Tahun 2006, antara lain:
 
b1. Sambutan Menteri Koordinator Perekonomian RI
 
b2. Sambutan Ketua Umum Kadin Indonesia
 
b3. Pendapat, usulan dan rekomendasi hasil persidangan.
 
PERSIDANGAN
 
Persidangan dalam Rapimnas Kadin Tahun 2006 terdiri atas sidang pleno dan sidang komisi.
 
Pembahasan materi dilakukan berdasarkan kelompok focus permasalahan yang terdiri atas:
 
1. Fokus Masalah 01: Industri, Energi & Sumber Daya Mineral, Prasarana dan PPKTI
 
2. Fokus Masalah 02: Internasional, Investasi, Perdagangan, Keuangan, Agrobisnis
dan UKM
 
3. Fokus Masalah 03: SDM, Pranata Usaha, Kebijakan Publik dan Organisasi.
 
Disamping itu akan dipaparkan tentang Strategi Peningkatan Daya Saing Sektor Riil
 
Pendalaman pembahasan dilakukan dalam sidang-sidang komisi, yang terdiri atas:
 
1. Komisi A: Komisi Organisasi
 
2. Komisi B: Komisi Program Kerja
 
3. Komisi C: Kebijakan Stratejik dan Langkah Taktis (Rekomendasi untuk meningkatkan peluang usaha, kesempatan kerja dan upaya menyiasati persaingan global)
 
Rapat Dewan Pengurus dan Dewan Pertimbangan
Sebelum pelaksanaan Rapimnas Kadin Tahun 2006, akan diselenggarakan rapat Dewan Pertimbangan dan rapat Dewan Pengurus Nasional yang dilanjutkan dengan rapat Dewan Pengurus Lengkap Nasional.
 
JADWAL DAN TATA TERTIB
 
Untuk kelancaran, keterarahan dan efisiensi wacana, Rapimnas Kadin Tahun 2006 dilaksanakan menurut jadwal yang ditetapkan dalam Sidang Pleno Rapimnas yang diadakan khusus untuk menetapkan Jadwal dan Tata Tertib Rapimnas Kadin Tahun 2006.
 
PESERTA
 
Berdasarkan ketentuan AD/ ART Kadin, peserta Rapimnas Kadin Tahun 2006 terdiri atas:
 
a. Peserta, terdiri atas:
a1. Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia
 
b2. Dewan Pengurus Kadin Indonesia
b3. Para Ketua Umum Kadin Provinsi,
b4. Seorang Pengurus dari setiap Anggota Luar Biasa Tingkat Nasional.
 
b. Peninjau, terdiri atas:
b1. Anggota Kehormatan Kadin Indonesia,
b2. Seorang Pengurus dari setiap badan aparat organisasi Kadin Indonesia;
 
b3. Para Direktur Eksekutif Kadin Provinsi
b4. Undangan Lainnya
 
PENYELENGGARAAN
 
Untuk pelaksanaan Rapimnas Kadin Tahun 2006, Dewan Pengurus Kadin Indonesia membentuk Panitia Penyelenggara Rapimnas Kadin tahun 2006 yang terdiri atas Panitia Pengarah dan Panitia Pelaksana dengan Keputusan Nomor Skep/158/DP/XII/2005 tanggal 30 Desember 2005.
Rapimnas Kadin Tahun 2006 diselenggarakan pada:
 
hari dan tanggal : Selasa dan Rabu, 7 – 8 Maret 2006
pukul : 09:00 – 22:00
tempat : Flores Room, Hotel Borobudur, Jakarta
 
PEMBIAYAAN
 
Pembiayaan penyelenggaraan Rapimnas Kadin Tahun 2006 menjadi tanggung jawab Panitia Penyelenggara c/q Panitia Pelaksana Rapimnas Kadin Tahun 2006. Biaya diperoleh dari sponsor/donatur dan sumber-sumber dana lainnya yang sah dan tidak mengikat serta tidak bertentangan dengan prosedur yang berlaku.
 
LAPORAN
 
Panitia Pengarah merangkum wacana yang berlangsung dalam setiap persidangan Rapimnas Kadin Tahun 2006, dan merumuskannya menjadi program kerja Kadin Indonesia Tahun 2006. Hasil rumusan ini disampaikan kepada Ketua Umum Kadin Indonesia selambat-lambat dua minggu sesudah penyelenggaraan Rapimnas Kadin Tahun 2006. Selanjutnya, Ketua Umum Kadin Indonesia menyampaikannya kepada seluruh jajaran Kadin selambat-lambatnya tiga minggu sesudah penyelenggaran Rapimnas Kadin Tahun 2006.
 
RANCANGAN JADWAL ACARA
RAPAT PIMPINAN NASIONAL
KAMAR DAGANG DAN INDUSTRI 2006
7 – 8 Maret 2006
 
WAKTU ACARA PIMPINAN
HARI PERTAMA, SELASA 7 MARET 2006
06:00-08:30 Registrasi
08:00-09:30 § PEMBUKAAN :
– Indonesia Raya
– Mengheningkan Cipta
– Laporan Ketua Panitia Penyelenggara
– Sambutan Pembukaan Ketua Umum
– Keynote speech Menko Perekonomian RI
§ Penandatanganan MOU Kadin Indonesia dengan Badan POM
§ Pelantikan Komite Bilateral
§ Pembacaan Doa
 
09:30-10:00 Istirahat kopi
 
10:00-11:00 SIDANG PLENO PERTAMA
§ Sambutan dan Laporan Ketua Dewan Pertimbangan
§ Laporan Ketua Umum
§ Penetapan Jadwal Acara
§ Penetapan Tata-tertib Pimpinan Sidang Pleno :
– Dewan Pengurus Kadin Indonesia
– Panitia Penyelenggara
 
11:00-13:00 SIDANG PLENO KEDUA (Pembahasan Materi)
§ Fokus Masalah 01: Industri, Energi & Resources, Prasarana dan PPKTI
§ Fokus Masalah 02: Internasional, Investasi, Perdagangan, Keuangan, UKM dan Agrobisnis
§ Fokus Masalah 03: SDM, Pranata Usaha, Kebijakan Publik dan Organisasi Pimpinan Sidang Pleno :
– Dewan Pengurus Kadin Indonesia
– Pembicara Wakil Ketua Umum Kadin Indonesia terkait
 
13:00-14:00 Istirahat – Makan Siang
 
14:00-15:00 SIDANG PLENO KEDUA [Lanjutan] – Sda –
 
15:00-15:30 Istirahat – Minum Kopi/Teh
 
15.30-16.30 Paparan tentang Peningkatan Daya Saing Sektor Riil
Oleh : Dr. Syahrir
 
16:30-18:00 SIDANG PLENO KETIGA
§ Pandangan Umum
§ Pemilihan / Penentuan Peserta Komisi Pimpinan Sidang Pleno :
– Dewan Pengurus Kadin Indonesia
– Panitia Penyelenggara
 
18.00-19.00 Ishoma
 
19.00-20.00 Sidang Pleno KETIGA [Lanjutan]
 
20.00-22:00 SIDANG KOMISI (Paralel)
§ Komisi A: Organisasi
§ Komisi B: Program Kerja
§ Komisi C: Kebijakan Stratejik dan Langkah Taktis Pimpinan Sidang Komisi Sementara : SC
 
HARI KEDUA : RABU, 8 MARET 2006
08.30-10.00 SIDANG PLENO KETIGA : PENUTUPAN
§ Laporan Komisi-komisi dan Pengesahan Hasil Sidang Komisi
§ Penutupan oleh Ketua Umum Kadin Indonesia Pimpinan Sidang :
– Dewan Pengurus Kadin Indonesia
– Panitia Penyelenggara
 
 
 
MUSYAWARAH NASIONAL KHUSUS KAMAR DAGANG DAN INDUSTRI TAHUN 2006 tanggal 8 Maret 2006
 
I. PENDAHULUAN
 
Musyawarah Nasional Khusus Kamar Dagang dan Industri Tahun 2005 (Munassus Kadin 2005) yang diselenggarakan pada 7 – 8 Juni 2005 di Jakarta telah menetapkan Perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Kamar Dagang dan Industri sebagaimana ditetapkan dengan Keputusan Musyawarah Nasional Khusus Kamar Dagang dan Industri Tahun 2005 Nomor : kep/006/Munassus/VI/2005 tanggal 8 Juni 2005.
 
Berdasarkan ketentuan, AD-ART Kadin hasil Munassus Kadin 2006 tersebut disampaikan kepada Pemerintah untuk mendapatkan persetujuan dengan Keputusan Presiden Republik Indonesia (Keppres RI). Dalam tanggapannya, Pemerintah telah menyampaikan koreksi terhadap pasal-pasal yang menyatakan tentang tidak-perlunya persetujuan AD/ ART Kadin dengan Keppres RI (AD Pasal 43 ayat (2) dan tentang pengertian peran Kadin secara luas sebagi organ Negara (AD Pasal 1 huruf b).
 
Untuk membahas koreksi Pemerintah tersebut, Kadin Indonesia telah menyelenggarakan Rapat Koordinasi Nasional Bidang Organisasi Kamar Dagang dan Industri pada 29 November 2005 (Rakornas Kadin 2005) di Jakarta yang diikuti oleh Kadin Provinsi seluruh Indonesia dan Asosiasi/ Himpunan Tingkat Nasional Anggota Luar Biasa Kadin Indonesia dengan hasil rekomendasi perubahan AD/ART Kadin hasil Munassus Kadin 2005 sesuai koreksi dari Pemerintah dengan penambahan penyebutan pada AD Pasal 1 huruf b menjadi : Kadin sebagai mitra utama dan sejajar Pemerintah. Hal ini juga dikoreksi Pemerintah dan disarankan penyebutannya menjadi : Kadin sebagai mitra Pemerintah.
 
Rakornas Kadin 2006 merekomendasikan kepada Dewan Pengurus Kadin Indonesia agar dilaksanakan koreksi Pemerintah tersebut melalui penyelenggaraan Munassus Kadin 2006. Berdasarkan pemenuhan persyaratan penyelenggaraan Munassus Kadin sesuai AD Pasal 19 ayat (2) a, Dewan Pengurus Kadin Indonesia menetapkan penyelenggaraan Musyawarah Nasional Khusus Kamar Dagang dan Industri Tahun 2006 (Munassus Kadin 2006) setelah pelaksanaan Rapat Pimpinan Nasional Kamar Dagang dan Industri Tahun 2006 (Rapimnas Kadin 2006).
 
II. DASAR
 
a. AD Pasal 19 : Musyawarah Nasional Khusus.
 
b. AD Pasal 21 : Dewan Pengurus Nasional.
 
III. FUNGSI
 
Menetapkan dan mensahkan perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Kadin (AD pasal 19)
 
IV. WAKTU DAN TEMPAT
 
Hari Rabu, 8 Maret 2006 di Hotel Borobudur, Jakarta (setelah acara penutupan Rapimnas Kadin 2006).
 
V. SASARAN
 
Perubahan AD/ ART Kadin hasil Munassus Kadin 2005 sesuai koreksi dari Pemerintah.
 
VI. BAHAN BAHASAN
 
1. Pendapat koreksi dari Pemerintah sebagaimana notasi pada lampiran.
 
2. Hasil/ rekomendasi Rakornas Bidang Organisasi Kadin 2005.
 
3. Masukan Rapimnas Kadin 2006.
 
VII. JADWAL DAN TATA TERTIB
 
Munassus Kadin 2006 dilaksanakan menurut Jadwal Acara dan Tata-tertib yang ditetapkan dalam Sidang Pleno guna menjamin kelancaran dan ketertibannya.
 
VIII. PESERTA & PENINJAU
 
1. Peserta
Berdasarkan AD pasal 19 ayat (3) dan ART pasal 21 ayat (4), peserta Munassus Kadin 2006 terdiri atas :
 
a. Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia
(terdiri dari : Ketua, Wakil Ketua dan Anggota, termasuk Ketua Dewan Pertimbangan Kadin Provinsi secara ex officio).
 
b. Dewan Pengurus Kadin Indonesia
(terdiri dari : Ketua Umum, Wakil Ketua Umum dan Ketua Komite Tetap).
 
c. Anggota Biasa yang diwakili oleh utusan Anggota, yaitu :
 
c.1. Para Ketua Umum Dewan Pengurus Kadin Provinsi secara ex-officio ;
c.2. Utusan Anggota yang dipilih dalam Rapat Dewan Pengurus Lengkap Provinsi masing-masing yang diagendakan khusus untuk itu menjelang Munassus Kadin 2006, sebanyak 2 (dua) orang.
 
d. Anggota Luar Biasa Kadin Indonesia yang diwakili oleh utusan Organisasi Perusahaan dan Organisasi Pengusaha Tingkat Nasional yang dipilih melalui Konvensi yang khusus diadakan untuk itu menjelang Munassus Kadin 2006 yang jumlah seluruhnya sebanyak 20% (dua puluh persen) dari jumlah keseluruhan utusan Anggota dari Kadin Provinsi sebagaimana dimaksud huruf c (32 Kadin Provinsi x 3 orang x 20% = 20 orang).
 
2. Peninjau
 
Berdasarkan ketentuan Pasal 19 ayat (4) Anggaran Dasar dan Pasal 21 ayat (5) Anggaran Rumah Tangga Kadin, Peninjau Munassus Kadin 2006 terdiri atas :
 
a. Anggota Kehormatan Kadin Indonesia.
b. Pengurus badan-badan aparat organisasi yang dimaksud Pasal 21 ayat (7) huruf b Anggaran Dasar Kadin, terdiri atas :
 
– 49 komite luar negeri (bilateral/multilateral), masing-masing diwakili : 1 (satu) orang pengurus
 
– 3 komite khusus / teknis, masing-masing diwakili : 1 (satu) orang pengurus
 
– 2 badan, masing-masing diwakili : 1 (satu) orang pengurus
 
– 1 yayasan, masing-masing diwakili : 1 (satu) orang pengurus
 
c. LP3E Kadin Indonesia.
(terdiri dari : Ketua, Wakil Ketua dan Anggota)
 
d. Utusan Anggota Kadin Provinsi diluar Peserta dengan membawa Mandat dari Dewan Pengurus Kadin Provinsi masing-masing.
 
e. Utusan Anggota Kadin Kabupaten/Kota dengan membawa Mandat dari Dewan Pengurus Kadin Kabupaten/Kota dan Dewan Pengurus Kadin Provinsi masing-masing.
 
f. Utusan Anggota Luar Biasa Tingkat Nasional diluar Peserta dengan membawa Mandat dari organisasi masing-masing.
 
g. Tokoh-tokoh pengusaha dan masyarakat Indonesia Tingkat Nasional.
 
h. Pengusaha asing.
 
i. Pejabat Pemerintah.
 
Jumlah Peninjau Munassus Kadin 2006 sebagaimana dimaksud huruf b sampai dengan huruf i ditentukan oleh Dewan Pengurus Kadin Indonesia.
 
IX. PENYELENGGARAAN
 
1. Dewan Pengurus Kadin Indonesia bertanggungjawab terhadap penyelenggaraan Munassus Kadin 2006.
 
2. Dewan Pengurus Kadin Indonesia membentuk Panitia Munassus Kadin 2006 untuk menyelenggarakan Munassus Kadin 2006, yang terdiri atas panitia penyelenggara, panitia pengarah dan panitia pelaksana. Jenjang pertanggungjawaban masing-masing panitia sebagai berikut :
 
a. Panitia Penyelenggara bertanggung jawab kepada Dewan Pengurus Kadin Indonesia.
 
b. Panitia Pengarah bertanggung jawab kepada Panitia Penyelenggara,
 
c. Panitia Pelaksana bertanggung jawab kepada Panitia Penyelenggara.
 
X. PEMBIAYAAN
 
1. Pembiayaan penyelenggaraan Munassus Kadin 2006 menjadi tanggung jawab Kadin Indonesia.
2. Panitia Munassus Kadin 2006 dapat menggali sumber pembiayaan dari sumbangan/ donasi dan/ atau sumber-sumber dana lainnya yang sah dan tidak mengikat serta tidak bertentangan dengan AD/ ART Kadin.
 
XI. LAPORAN
 
Panitia Munassus Kadin 2006 melalui Panitia Pengarah dan Tim Perumus merangkum masukan mengenai perubahan AD/ ART Kadin dan merumuskannya menjadi hasil Munassus Kadin Tahun 2006. Hasil rumusan ini disampaikan kepada Dewan Pengurus Kadin Indonesia selambat-lambat dalam waktu 2 (dua) minggu setelah acara penutupan Munassus Kadin 2006. Selanjutnya Dewan Pengurus Kadin Indonesia menyampaikannya kepada Pemerintah untuk memperoleh persetujuan dengan Keputusan Presiden RI.
 
RANCANGAN JADWAL ACARA
MUSYAWARAH NASIONAL KHUSUS KADIN 2006
RABU, 8 MARET 2006
 
WAKTU ACARA PIMPINAN
10.00 – 11.00 Registrasi dan Minum Kopi/Teh
11.00 – 12.00 PEMBUKAAN
§ Laporan Panitia Penyelenggara
§ Sambutan Ketua Dewan Pertimbangan
Kadin Indonesia
§ Sambutan Ketua Umum Kadin Indonesia
 
12.00 – 13.00 SIDANG PLENO PERTAMA
§ Pengesahan Kuorum
§ Pengesahan Rancangan Jadwal Acara
§ Pengesahan Rancangan Tata Tertib
§ Pemilihan Pimpinan Sidang Munassus Kadin 2006
§ Pembentukan Tim Perumus Pimpinan Sidang Sementara :
– Dewan Pengurus Kadin Indonesia
– Panitia Penyelenggara
13.00 – 14.00 Ishoma / Makan siang
14.00 – 15.30
14.00 – 15.00
 
15.00 – 15.30 SIDANG PLENO PERTAMA (Lanjutan)
§ Pemaparan mengenai perlunya persetujuan Pemerintah terhadap Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Kadin
Oleh : Bpk. Lambok V. Nahattands
Deputi Sekretaris Kabinet Bidang Hukum dan Perundang-undangan
§ Pemaparan Rancangan Perubahan Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga Kadin Hasil Munassus Kadin 2005 dan usulan koreksi dari Pemerintah
Oleh : Bpk. A. Rahman Usman, SH Pimpinan Sidang Terpilih
 
15.00 – 16.30 SIDANG PLENO KEDUA
Pandangan Umum Pimpinan Sidang Terpilih
16.30 – 18.00 RAPAT TIM PERUMUS
18.00 – 19.00 Ishoma / Makan malam
 
19.00 – 20.00 SIDANG PLENO KETIGA
§ Laporan Tim Perumus
§ Tanggapan Peserta
§ Pengesahan/penetapan Perubahan AD/ART Kadin
§ Penutupan oleh Ketua Umum Kadin Indonesia Pimpinan Sidang Terpilih
 
Catatan :
Rapat Konvensi Asosiasi/Himpunan dipimpin oleh Dewan Pertimbangan Kadin Indonesia dan diselenggarakan sebelum Munassus Kadin 2006.
 

Comments»

1. anis - May 17, 2006

Terkait dengan kalimat “Endemi flu burung telah menjadi ancaman global, ditambah guncangan formalin dan boraks pada sub sector makanan dan minuman”, istilah yang tepat epidemi bukan endemi to?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: