jump to navigation

Pemeritah Segera Akan Menerbitkan Standarisasi Biofuel Pada Tahun Ini February 27, 2006

Posted by ekon in industri, lingkungan hidup.
trackback

Pemeritah Segera Akan Menerbitkan Standarisasi Biofuel Pada Tahun Ini

sumber

Ratna Ariyanti (Direktur Energi Terbarukan dan Konservasi Energi Ditjen Listrik dan Pemanfaatan Energi) mengatakan: “ Saat ini untuk pengesahan standardisasi biofuel jenis biodiesel dan bioethanol tinggal menunggu keputusan Dewan Standarisasi Nasional (DSN)”.

Ratna menjelaskan, bahwa dengan diterbitkannya standarisasi untuk kedua jenis energi alternatif tersebut akan dapat memberikan kenyaman kepada para konsumen. Standarisasi ini, dikatakan oleh Ratna adalah sangat diperlukan, mengingat bahan baku biofuel berasal dari berbagai macam tanaman yang mempunyai karakteristik yang berbeda.

“ Jika hasil biofuel ini nantinya akan dijual kemasyarakat luas secara sembarangan, tanpa adanya standarisasi, dikuatirkan dampaknya akan merusak mesin”. Ujar Ratna.

 

Lima tahun kedepan, Cadangan minyak di Indonesia akan habis.

Menurut Ratna, saat ini cadangan minyak yang ada di Indonesia hanya tinggal 4,9 milyar barrel. Kemudian dengan tingkat produksi saat ini yang sekitar 550 juta barrel per tahun, maka diperkirakan dalam waktu lima tahun kedepan, cadangan minyak itu akan habis.

 

Oleh karena itu, Pemerintah terus berupaya memacu pengembangan energi alternatif yang berasal dari bahan nabati, seperti halnya biodiesel dan bioethanol. Energi alternatif ini memang belum sepenuhnya dapat menggantikan BBM yang ada, namun dengan menggunakannnya sebagai campuran, maka pemakaian BBM di Indonesia dapat dihemat.

“ Biofuel ini hanya akan didijadikan sebagai bahan campuran BBM, dengan perbandingan sekitar 40% biofuel dan 60% BBM”. kata Agus Eko Tjahyono ( Kepala Balai Besar Teknologi Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT).

Biodiesel, dapat dibuat dari kelapa sawit dan biji jarak. Sedangkan bahan baku bioethanol adalah dari jagung, singkong dan tebu. Menurut Agus, kini di Indonesia sudah ada lima perusahaan besar yang sudah memproduksi bioethanol, yaitu: PT.Aneka Kimia Nusantara, PT. Indo Acindatama, PT Indo Lampung Distillery, PT. Molinndo dan PT Perkebunan Nusantara XI. Kesemuanya menggunakan bahan baku tetes tebu.

Comments»

1. CITIN - August 15, 2007

ARTI BIOFUEL APA SIH?!JELASKAN+

2. nyo - August 20, 2007

sekarang rakyat kecil susah, kenapa nggak diajari buat bahan bakar
dari bahan sampah yang dipress (briket).

3. Refita - September 2, 2007

Assalamu’alaikum
Makin lama makin marak pembakaran hutan, gedung-gedung tinggi pun makin tinggi (maksudnya makin banyak.red) sehingga lahan hijau yang indah dan paru-paru kota pun akan semakin menghilang. Apa itu akan berdampak pada pengembangan biofuel??
Ada berita di salah satu stasiun TV bilang, 10 tahun yang akan datang, hutan di Indonesia bakalan habis kalo gini caranya.
Berarti biofuel yang baru diperkenalkan ini akan langsung hilang!?
Wss

4. henny - September 22, 2007

kalo si pembuat biofuel (yng dari jarak dan kelapa sawit) itu di Indonesia,,siapa aja ya..???PT-PT nya gituh..kalo bioethanol kan udah ad tuh..

5. tetty - October 18, 2007

q pgn buat biofuel,gmn sih caranya?

6. dita - November 1, 2007

mm…apasih bedanya biofuel dengan biodiesel?
fungsi zat aditif spt metanol dan etanol pd bhn bkr?

7. Gods - November 8, 2007

medco yg raksasa juga bikin koq , di lampung.ga usah kuatir lahan habis, 6 kg singkong bs jd 1 ltr biofuel.ampasnya bisa buat pakan ternak,sisa produk lainnya bisa buat pupuk bio, jd intensif gitu,dan sinergi. Yg ga bener tu yg suka belokin dana proyek penelitian ke saku atau mark up, trus hslnya ga ada.

8. nana - November 22, 2007

banyak ko sumber bio fuel itu ga cuma ………
nanti saya ksh info lagi. skg saya lg buru2

9. deva - January 11, 2008

sebelumnya ada biofuel itu cukup membantu untuk mengurangi pembakaran gak sempurna kendaraan, dan mengubahnya jadi ramah lingkungan.
emang seh bahan bakunya dari kelapa sawit, jarak, dan lainnya. tapi kalo harus menanam tanaman kayak gitu yang umumnya harus “MBABAT HUTAN” aku GAK RELA……..
kalo pake biofuel kan mengurangi banyaknya carbon, tapi kalo hutan GAK ADA berarti menghilangkan kesempatan untuk mengurai karbon terlebih lagi penyerapan air tanaman sawit dan jarak gak se bagus kalo pohon jati dan sejenisnya.
nah kalo dah ditanemin sawit trus ntar polusi sapa yang nangkal. trus banjir sapa yang nangkal….!!!
mau tanggung jawab hah?????!!!!!??????????


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: