jump to navigation

Hasil Jarak Pagar Lebih Fleksibel dari Kelapa Sawit February 21, 2006

Posted by ekon in industri, investasi, lingkungan hidup.
trackback

Sumber: Kadin Indonesia
Jarak pagar (Jathropa curcas) menjadi sangat populer ketika menyoal energi alternatif ramah lingkungan. Biji-bijinya mampu menghasilkan minyak campuran untuk solar.

Selain jarak pagar, pada dasarnya minyak yang dihasilkan dari tumbuh-tumbuhan dapat dijadikan bahan campuran solar, misalnya kelapa sawit atau kedelai.

Dari hasil percobaan Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), campuran solar dan minyak nabati (biodiesel) memiliki nilai cetane (oktan pada bensin) lebih tinggi daripada solar murni. Solar yang dicampur dengan minyak nabati menghasilkan pembakaran yang lebih sempurna daripada solar murni sehingga emisi lebih aman bagi lingkungan.
“Jika solar murni nilai angka cetane-nya sekitar 47, biodiesel antara 60 hingga 62,” kata Sony Solistia Wirawan, Kepala Balai Rekayasa Desain dan Sistem Teknologi BPPT di Pusat Penelitian Ilmu Penegtahuan dan Teknologi Serpong, Selasa (14/2). Dalam satu liter bahan bakar, komposisi minyak nabati yang dapat digunakan baru 30 persen agar tidak mengganggu mesin yang dipakai kendaraan sekarang. Menurutnya, di beberapa negara maju biodiesel bahkan telah digunakan 100 persen dengan modifikasi mesin. Bahan-bahan dari karet diganti dengan sintesis viton yang tahan minyak.
Meskipun percobaan baru dilakukan untuk minyak nabati dari bahan kepala sawit, menurut Soni, hal tersebut dapat dilakukan juga untuk minyak jarak. Minyak mentah hasil perasan biji kering akan diolah dengan proses trans-esterifikasi menggunakan metanol untuk memisahkan air. Reaksi tersebut tergolong sederhana dan hanya diperlukan sekitar 10 persen metanol. Hampir 100 persen minyak dapat dimurnikan, bahkan menghasilkan produk samping gliserol yang juga bernilai ekonomi.
“Satu pabrik ukuran kecil yang ada di Serpong dapat menghasilkan 1,5 ton minyak perhari,” kata Soni. Meskipun demikian, pihaknya sedang mengembangkan mesin pengolah berkekuatan berkapasitas lebih kecil maupun besar untuk kalangan industri. Biaya investasi untuk mesin saja diperkirakan sekitar 800 juta, sedangkan untuk mesin berkekuatan 3 ton perhari mungkin mencapai 2 hingga 3 miliar.
“Secara teknis prosesnya tidak jauh berbeda dengan pengolahan minyak goreng,” katanya. Hanya saja, pasokan bahan baku minyak nabati jumlahnya masih terbatas. Kelapa sawit masih ekonomis diolah menjadi minyak goreng meskipun minyak mentahnya (CPO) yang berkualitas rendah berpotensi untuk diolah menjadi biodiesel.
Jika dibandingkan, jarak pagar mungkin lebih berpotensi daripada kelapa sawit. Jarak pagar yang dapat ditemukan di berbagai wilayah Indonesia baru digunakan sebagai pagar hidup. Tumbuhan bergetah ini dapat tumbuh di mana saja, hidup di berbagai kondisi tanah, dan tahan kekeringan, tidak seperti kelapa sawit, yang membutuhkan lahan khusus, ketinggian daerah, dan faktor iklim tertentu. Oleh karena itu, para peneliti BPPT berharap bahwa pengembangan jarak pagar tidak diarahkan untuk merelokasi lahan subur, namun memberdayakan lahan kritis.
“Produktivitasnya juga tidak jauh berbeda, dalam satu hektar lahan dapat dihasilkan sekitar 5 ton minyak pertahun,” kata Nadirman Haska, Kepala Balai Pengkajian Bioteknologi BPPT. Satu hektar lahan mampu menghasilkan 25 ton tandan kelapa sawit segar yang dapat diolah menjadi 5 ton CPO sejak tahun ketiga hingga usia produktif 20 tahun.
“Dengan luas lahan yang sama, saya perkirakan dapat ditanam 2.500 batang jarak pagar,” kata Nadirman. Sejak usia 5 hingga 8 bulan, buahnya matang sehingga di tahun pertama pun hasilnya dapat dinikmati. Meski demikian, lanjut Nadirman, mungkin baru dihasilkan sekitar 0,5 ton minyak. Seiring tumbuhnya tanaman, produksinya diharapkan terus meningkat lebih dari 10 ton sejak tahun keenam. Usia produktif jarak pagar diperkirakan antara 20 hingga 50 tahun.
Ongkos perawatan untuk tanaman liar ini juga lebih murah. Nadirman memperkirakan hanya perlu 20 hingga 25 persen pendapatan dari hasil produksinya yang dipakai. Sedangkan untuk kelapa sawit, biaya operasionalnya 40 hingga 50 persen dari besar pendapatan produksinya.
Pada dasarnya pembibitan dapat dilakukan secara generatif atau vegetatif. Namun, pembibitan generatif menggunakan biji tidak disarankan karena menurunkan sifat genetik berbeda, sedangkan dengan stek atau kultur jaringan sifat-sifat unggul dapat dipertahankan pada keturunannya.
Balai Pengkajian Bioteknologi BPPT telah mengembangkan proses pembibitan sederhana yang dapat dilakukan siapa pun dengan sedikit latihan. Bahkan telah disiapkan cairan nutrisi tanaman untuk mencegah mortalitas (kegagalan) bibit dan merangsang pertumbuhannya dari proses penyiapan hingga siap tanam di ruang terbuka.
Selain itu, teknik kultur jaringan yang membutuhkan teknik lebih rumit di laboratorium terus dikembangkan, termasuk menyiapkan pohon induk yang memiliki sifat-sifat genetik baik yaitu menghasilkan biji besar, buah banyak, dan masa tanam cepat. (sumber dari: kompas.com)

Comments»

1. PT. Rancang Bangun Sejahtera - May 11, 2007

Percepat kemandirian bangsa. Bangun pabrik biodiesel dengan teknologi dan sumberdaya manusia Indonesia. PT RBS merupakan perusahaan yang ingin memajukan Indonesia dengan menerapkan teknologi tepat guna di sektor biofuel. Pabrik yang telah dibangun oleh PT RBS telah mengucurkan biodiesel yang memenuhi standard nasional Indonesia Biodiesel. Kami ingin besar bersama Anda. Kami siap membantu Anda dengan teknologi anak bangsa.
Pabrik kami merupakan multi feed stock plant (bahan baku beragam: CPO, PFAD, jarak pagar, minyak kelapa, dll) dan sekaligus multi grade feed stock plant (kadar FFA bervariasi).
Kami tampil di negeri maya di http://www.rbsindonesia.com dan info@rbsindonesia.com
Hubungan telepon bisa dilakukan di nomor 021 71045665 dan 71216722
Atas perhatiannya kami ucapkan banyak terima kasih.

PT RBS

2. mochammad - July 14, 2007

minta komposisi biodiesel minyak sawit CPO, Stearin, dan Olein. makasih

3. Harsono - November 6, 2007

saya bekerjja sama dengan petani mengembangkan pohon jarak dengan lahan 300 ht ,saya berharap ada infestor bekerja sama menyyediakan pabrik pengolahan untuk menampung hasil ppanen masyarrakat.ba

4. perdani - November 14, 2007

Saya membutuhkan informasi kandungan kimia daun jarak pagar. mohon bantuannya

5. Ari budi setiawan - April 3, 2008

Nama saya budi setiawan, saya seorang wirausaha yang mencoba untuk melakukan pembibitan jarak pagar, dimana kami disini mau menawarkan bibit jarak siap tanam dengan spesifikasi umur tanaman 3 bulan, panjang 40 cm dan harga 750 (nego) jumlah bibit 500.000 bibit apabila perusahaan bapak berminat hubungi saya di no :081333509839 terimah kasih. kami tidak bohong bapak boleh survei ketempat kami mungkin kita BISA kerjasama dalam hal pemasaran

6. noneng - May 30, 2008

maaf mau nanya kalo produksi daun jarak/tahun berpa ya? terimakasih

7. andri maulana - September 10, 2008

saya andri,saya lagi mencari biji jarak buat produksi dan buat pembibitan.tanpa mediator.bila anda akan menjual biji jarak harap hubungi saya di no 085720117670 ataw 081802992978.di tunggu secepatnya,serius.


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: