jump to navigation

SIARAN PERS: PERSETUJUAN PROYEK-PROYEK PENANGGULANGAN BENCANA TSUNAMI ACEH-NIAS February 17, 2006

Posted by ekon in makroekonomi, pembangunan.
trackback
DALAM RANGKA PROGRAM DEBT SWAP DENGAN PEMERINTAH
Written by Biro Persidangan dan Hubungan Masyarakat : Menko Perekonomian
Thursday, 16 February 2006
ImageJakarta, 16 Februari 2006 – Berdasarkan ketentuan dalam Agreement on Debt-for-Development Swap antara Pemerintah Italia dan Pemerintah Indonesia yang telah ditandatangani pada tanggal 9 Maret 2005 lalu, delegasi Italia, yang dipimpin oleh First Counsellor Deputy Head of Mission Kedutaan Besar Italia, Mr. Fransesco Paolo Venier, dan delegasi Indonesia, yang dipimpin oleh Deputi VI Menko Bidang Perekonomian Bidang Kerjasama Ekonomi dan Pembiayaan Internasional, Mahendra Siregar, telah mengadakan pertemuan Management Committee yang berlangsung selama 2 hari, dari tanggal 15 sampai 16 Februari 2006 di Jakarta. Pertemuan tersebut dimaksudkan untuk memilih dan menetapkan proyek-proyek yang akan dibiayai oleh Program Debt Swap Utang Pemerintah Indonesia kepada Italia.
Sesuai dengan persetujuan di atas, Pemerintah Indonesia akan melaksanakan sejumlah proyek sebagai bagian dari kegiatan rekonstruksi daerah Aceh dan Nias yang terkena bencana Tsunami. Kemudian, setelah Pemerintah Indonesia mengeluarkan dana untuk membiayai proyek-proyek tersebut, maka pihak Italia akan menghapus piutang mereka kepada Indonesia dalam jumlah yang sama. Dengan demikian, di satu pihak Pemerintah Indonesia dapat melaksanakan programnya sesuai dengan prioritas nasional, dan di lain pihak Pemerintah juga dapat mengurangi jumlah utang luar negerinya secara nyata.
Pertemuan Management Committee ini telah berhasil menyetujui 4 buah proyek yang akan dilaksanakan oleh Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh-Nias, sebagai Executing Agency. Adapun proyek-proyek tersebut terdiri dari:
  1. Proyek Rehabilitasi Sistem Tenaga Listrik di Kota Banda Aceh, yang bernilai sebesar Rp 13,537,403,000.00;
  2. Proyek Perlindungan Daerah Pantai Syiah Kuala, yang nilainya mencapai Rp 17,861,154,000.00;
  3. Proyek Rehabilitasi dan Rekonstruksi Jalan Nasional Lhamno-Calang Tahap 2, senilai Rp 15,269,886,000.00; dan
  4. Proyek Rehabilitasi dan Rekonstruksi Jalan Nasional Lhamno-Calang Tahap 3, senilai Rp 12, 096,652.000.00
Disamping keempat proyek tersebut diatas, Management Committee juga akan menetapkan proyek-proyek lain pada pertemuan berikutnya yang direncanakan berlangsung 6 bulan mendatang. Adapun potensi penghapusan utang Pemerintah Indonesia melalui Program Debt Swap ini, mencapai USD 24,2 juta dan Euro 5,7 juta
Selain mengurangi beban pembayaran utang Indonesia, keuntungan yang diperoleh dari program ini adalah semakin tingginya proses akuntabilitas dan transparansi dalam pelaksanaan proyek. Sebab, disamping pengawasan yang umumnya dilakukan terhadap setiap proyek pembangunan, wakil-wakil Pemerintah Indonesia dan Italia, yang tergabung dalam Management Committee, juga akan ikut memantau serta melakukan verifikasi atas kemajuan proyek-proyek dimaksud.
Pemerintah Italia juga telah menawarkan program Debt Swap II atas utang Indonesia jenis Non-ODA. Dalam hal ini, pihak Italia mengajukan skema Debt to Investment Swap, dimana swasta Italia diberi kesempatan untuk membeli utang Indonesia dengan diskonto. Sementara Pemerintah Indonesia memiliki peluang untuk membayar utang luar negerinya dalam mata uang Rupiah, juga dengan diskonto.

Saat ini, Pemerintah sedang berusaha merealisasikan program debt swap dengan negara-negara kreditur yang telah menandatangani MoU seperti Inggris dan Perancis. Disamping itu, Pemerintah akan melakukan pula penjajagan kemungkinan penandatanganan MoU serupa dengan beberapa negara yang telah menunjukkan keinginan untuk menawarkan skema pertukaran utangnya kepada Indonesia, seperti Belanda dan negara-negara SkandinaviaBerdasarkan peristiwa hari ini, Pemerintah Indonesia berharap dapat meyakinkan negara-negara kreditur lain, untuk bersedia memberikan fasilitas serupa di masa yang akan datang, karena selain membantu Indonesia mengurangi beban utang luar negerinya, mekanisme debt swap ini juga diharapkan ikut meningkatkan kredibilitas dan akuntabilitas proyek-proyek pembangunan di Indonesia.

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: