jump to navigation

MINAT PEMBELI PRODUK INDONESIA TETAP TINGGI February 15, 2006

Posted by ekon in perdagangan.
trackback

Press Release 

TRANSAKSI POTENSIAL DARI PPE 2005 MENCAPAI US$ 140 JUTA  

Jakarta, 10 Oktober 2005 – Para eksportir Indonesia—termasuk dari kalangan UKM—yang berkiprah dalam Pameran Produk Ekspor (PPE) 2005 sejak tanggal 5 sampai dengan 9 Oktober 2005 akhirnya menutup stands mereka di hari terakhir dengan senyum dan segudang optimisme bahwa produk Indonesia tetap digandrungi pembeli asing. 

PPE ke-20 tahun 2005 yang dikomandoi oleh Badan Pengembangan Ekspor Nasional (BPEN) Departemen Perdagangan dan dilaksanakan di areal Pekan Raya Jakarta ini dikunjungi oleh sekitar 4.000 pembeli yang dapat dikategorikan sebagai pembeli asing, serta sekitar 10.000 orang pengunjung. Hal menarik untuk dicatat adalah bahwa pembeli asing yang melakukan pre-registration—mendaftarkan diri untuk datang beberapa bulan dan minggu sebelum pameran digelar—tetap mengunjungi PPE meskipun beberapa hari sebelum pembukaan terjadi insiden bom Bali. Juga menarik untuk digarisbawahi, bahwa pengunjung yang datang tanpa pre-registration jauh lebih banyak jumlahnya, yang mengindikasikan bahwa kelompok ini sudah mengetahui agenda PPE yang diadakan setiap tahun dan kemungkinan sebagian di antaranya merupakan pengunjung tetap. 

Pembeli dalam jumlah besar datang dari Spanyol—sekitar 250 orang—disusul Turki, Yunani, Inggris, Australia dan negara lainnya, termasuk beberapa negara dari benua Afrika seperti Sudan, Kenya, UEA, dan Ethiopia. Apabila pada PPE 2004 transaksi potensial yang dapat dicatat mencapai US$ 107 juta, maka pada PPE 2005 ini pihak penyelenggara mencatat bahwa transaksi potensialnya mencapai US$ 140 juta. Hasil pendataan sementara menunjukkan bahwa furniture dan garment merupakan produk yang mengalami nilai transaksi paling tinggi, disusul produk plastik, elektronika, serta produk lainnya. 

Mungkin tidak berlebihan harapan yang dikemukakan oleh Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu saat pembukaan bahwa “Pameran Produk Ekspor kali ini pun selain ditujukan untuk lebih memperkenalkan produk-produk berkualitas ekspor juga dimaksudkan untuk membangun citra Indonesia di mata internasional.” PPE kali ini memang semakin kental dengan ke-Indonesia-annya. Produk-produk yang dipamerkan merupakan yang terbaik di antara yang terbaik, dengan sentuhan-setuhan khas Indonesia namun tetap menyandang kualitas kelas dunia. Hal ini terlihat antara lain pada produk-produk furniture, outdoor accessories, dan produk kerajinan yang banyak ditawarkan oleh UKM Indonesia. Kelompok produk lainnya, seperti glassware, plasticware, produk kulit, keramik, dan produk makanan-minuman juga sarat dengan muatan Indonesianya. Tak pelak, PPE kali ini juga menjadi jendela bagi pengunjung asing untuk mengetahui potensi bisnis guna melakukan investasi di Indonesia. 

Diikuti oleh 1.302 peserta yang menempati 1.330 stand, PPE digelar di areal seluas 26.985 m2 yang terbagi ke dalam Hall A, B, C, D, E, F, dan arena terbuka. Rhenald Kasali, Staf Khusus Menteri Perdagangan yang merangkap Koordinator Pelaksana Harian Kepala BPEN menyatakan bahwa “PPE merupakan wujud konsistensi BPEN dalam menyediakan ajang promosi berskala internasional bagi produk-produk unggulan Indonesia dalam rangka meningkatkan ekspor, serta membangun jaringan bisnis dan memperluas pangsa pasar.” 

Kegiatan PPE kali ini memberi perhatian khusus pada upaya peningkatan daya saing dan penguasaan informasi pasar. Dalam konteks ini, maka sejumlah kegiatan diadakan secara paralel dengan kegiatan pameran. Kegiatan dimaksud adalah: 

  • Penganugerahan Penghargaan Primaniyarta yang dilakukan oleh Presiden R.I. Susilo Bambang Yudhoyono saat pembukaan. Penghargaan ini diberikan kepada 16 eksportir yang terbagi ke dalam tiga kategori, yakni (1) pembangun merk global, (2) eksportir berkinerja, dan (3) UKM eksportir. 
  • Penganugerahan Indonesia Good Design Selection Award kepada 69 produk. 
  • Forum Ekspor yang membahas tema ”Peningkatan Daya Saing Produk Ekspor Non-Migas dalam Memasuki Pasar Internasional” dengan menghadirkan pembicara Raden Pardede dan Haryanto Patunru serta dua perusahaan yang sukses dalam merambah pasar dunia, yakni PT Formcase dan PT Asih Pujiastuti. 
  • One-to-One Consultation, di mana peserta pameran berkesempatan untuk berkonsultasi langsung dengan 21 pejabat Atase Perdagangan, delapan orang Kepala Bidang Ekonomi Kedutaan Besar RI, dan enam orang Kepala Indonesian Trade Promotion Centers

Sementara PPE 2005 dapat dikatakan cukup berhasil baik dari segi penyelenggaraan maupun transaksi potensial, tugas-tugas besar berikutnya telah menghadang dan merupakan pekerjaan rumah yang harus segera ditangani. Tugas-tugas ini antara lain adalah memenuhi kontrak dan menepati delivery time bagi peserta yang mendapatkan kontrak jual-beli dalam pameran ini, dan memposisikan Indonesia secara lebih baik dalam kancah perdagangan dunia. Hal terakhir ini dapat dimulai misalnya dengan meningkatkan kemampuan berkomunikasi, memenuhi standar wajib maupun sukarela, memenuhi dan mengikuti selera konsumen, menepati waktu pengiriman, menawarkan reasonable prices, mengembangkan unit atau divisi research and development untuk meningkatkan kemampuan standar dan desain, serta upaya-upaya lainnya. 

Seperti diungkapkan oleh Rhenald Kasali, PPE 2006 rencananya masih akan tetap mempertahankan konsep “multi product, multi resource”.  Pelaksanaannya juga pada bulan Oktober meskipun tanggal pastinya baru akan ditentukan kemudian.   

Biro Umum dan Humas Departemen Perdagangan RI 

Telp./Fax: +62 21 385 8213

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: