jump to navigation

KINERJA SEKTOR PERDAGANGAN TAHUN 2005 DAN RENCANA STRATEGIS TAHUN 2006 February 15, 2006

Posted by ekon in perdagangan.
trackback

DEPARTEMEN PERDAGANGAN R.I.

Jl. M.I. Ridwan Rais Nomor 5, Jakarta Pusat 10110

Telp. 384-1961; 385-8171 s/d 5

 

EXECUTIVE SUMMARY

 

KINERJA SEKTOR PERDAGANGAN TAHUN 2005

DAN RENCANA STRATEGIS TAHUN 2006

Tahun 2005 telah kita lewati bersama dengan rasa syukur bahwa berbagai tantangan di tahun 2005 telah kita lampaui. Meskipun demikian, ada sejumlah catatan yang dapat dipetik sebagai pelajaran untuk melakukan berbagai pembenahan, peningkatan dan penyempurnaan di tahun 2006 ini. Seperti halnya sektor-sektor lain, maka sektor perdagangan juga menghadapi berbagai tantangan pada tahun 2005 yang lalu. Hal ini dapat bila dipahami bahwa sektor perdagangan tidak berkembang dalam sebuah ”vacuum” dan bebas dari pengaruh perkembangan di sektor-sektor lainnya. Kenaikan harga BBM dan fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika pada tahun 2005, misalnya, cukup berpengaruh pada berbagai kegiatan di sektor perdagangan, baik perdagangan dalam negeri maupun perdagangan luar negeri.

EKSPOR – IMPOR

Di tengah berbagai tantangan yang dihadapi pada tahun 2005, sektor perdagangan mencatatkan sejumlah pencapaian yang dapat menjadi modal untuk mewujudkan kinerja yang lebih baik pada tahun 2006 ini. Total ekspor Indonesia untuk periode Januari—Nopember 2005 meningkat sebesar 18,98% dibanding periode yang sama tahun 2004, yakni dari $ 64,96 milyar menjadi $ 77,29 milyar. Untuk ekspor non-migas, maka kenaikan yang dialami untuk periode Januari-Nopember mencapai 18,26% yakni dari $ 50,65 milyar di tahun 2004 menjadi $ 59,9 milyar di tahun 2005.

Kenaikan nilai ekspor non-migas periode Januari-Nopember 2005 dibanding periode yang sama tahun 2004 ini antara lain dipacu oleh kenaikan nilai ekspor kelompok produk mesin/peralatan mesin; lemak dan minyak hewan dan nabati; bahan bakar mineral (batubara); karet dan barang dari karet; bijih, kerak dan abu logam; pakaian jadi non-rajutan; barang-barang rajutan; bubur kayu/pulp.

Secara kumulatif hingga Nopember 2005, Uni Eropa merupakan negara tujuan ekspor non-migas terbesar dengan nilai $ 9,19 milyar dan peran terhadap total ekspor non-migas Indonesia sebesar 15,35%,  disusul Jepang dengan nilai $ 8,71 milyar dengan peran 14,54%. Pasar ekspor non-migas terbesar ketiga adalah Amerika Serikat dengan nilai $ 8,58 milyar dengan peran 14,32% disusul Singapore dengan nilai $ 6,40 milyar dan peran 10,69%.

Sementara itu nilai total impor pada periode Januari-Nopember 2005 meningkat sebesar 26,80% dibanding periode yang sama tahun 2004, yakni dari $ 41,55 milyar menjadi $ 52,69 milyar. Dari total impor tersebut, maka impor migas mengalami kenaikan sebesar 52,59% (dari $ 10,53 milyar menjadi $ 16,10 milyar), sementara impor non-migas naik sebesar 18,04% (dari $ 31,02 milyar menjadi $ 36,61 milyar).

Hal menarik dari peningkatan nilai impor di tahun 2005 lalu adalah bahwa peningkatan terbesar dialami oleh impor barang modal sebesar 30,65%; disusul bahan baku

penolong sebesar 26,34%; baru disusul oleh barang konsumsi sebesar 24,66%. Hal ini sejalan dengan terjadinya kenaikan invetasi yang cukup tinggi pada tahun 2005, baik untuk PMDN maupun PMA.

 

INVESTASI

Realisasi investasi selama periode Januari-Nopember 2005 baik untuk PMDN maupun PMA mengalami kenaikan, masing-masing sebesar 98,37% dan 136,43% dibandingkan periode yang sama tahun 2004. Dengan demikian nilainya masing-masing mencapai Rp. 26.906,2 milyar dan US$ 8.677,9 juta.

Realisasi PMDN yang tertinggi selama periode Januari-Nopember 2005 dialami oleh sektor sekunder dengan nilai Rp. 19.373,8 milyar, diikuti oleh sektor tersier senilai Rp. 4.231,4 milyar dan sektor primer senilai Rp. 3.301 milyar. Khusus di sektor sekunder, maka realisasi PMDN tertinggi dicatat oleh industri kertas dan percetakan (Rp. 9.637,2 milyar) disusul industri makanan (Rp. 3.616,9 milyar), industri kimia dan farmasi (Rp. 1.789,4 milyar), dan industri tekstil (Rp. 1.615,3 milyar).

Realisasi PMA yang tertinggi selama periode Januari-Nopember 2005 dicatat oleh sektor tersier dengan nilai US$ 4.928,4 juta, disusul sektor sekunder senilai US$ 3.361,3 juta dan sektor primer senilai US$ 388,2 juta. Realisasi PMA di sektor tersier terutama terkonsentrasi pada industri transportasi, pergudangan dan komunikasi dengan total nilai US$ 2.927,2 juta, disusul oleh konstruksi senilai US$ 896,1 juta, perdagangan dan reparasi senilai US$ 357,5 juta serta hotel dan restauran senilai US$ 180,3 juta.

KINERJA KEBIJAKAN

Departemen Perdagangan menyadari bahwa sektor perdagangan merupakan salah satu motor penggerak utama perekonomian nasional. Oleh sebab itu, pada tahun 2005 telah ditempuh berbagai langkah penyempurnaan dan penanggulangan di berbagai bidang, di samping pelaksanaan program-program rutin Departemen Perdagangan.

Di bidang perdagangan dalam negeri, berbagai langkah telah ditempuh antara lain untuk kelancaran penyaluran barang-barang kebutuhan pokok masyarakat seperti beras dan gula dalam jumlah cukup dan tingkat harga yang terjangkau. Upaya juga ditempuh untuk kelancaran distribusi di daerah terisolasi, perbatasan, terpencil dan daerah pasca-bencana, antara lain dengan membangun 41 pasar dan menyediakan 4.800 tenda pasar darurat di NAD, Nias, Alor, Nabire dan Maluku. Upaya juga ditempuh untuk mengawasi barang-barang yang beredar dan memberikan perlindungan kepada konsumen. Upaya ini tentu memerlukan kerjasama yang baik dari departemen atau instansi terkait .

Di bidang perdagangan luar negeri, sejumlah langkah juga telah ditempuh Departemen Perdagangan guna mewujudkan iklim usaha yang lebih kondusif dan memungkinkan pemanfaatan potensi sumber daya nasional secara optimal bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat. Kebijakan ini antara lain menyangkut komoditi rotan, maniok, perak, produk perikanan, intan kasar, produk kayu, kakao, gula, cakram optik, barang modal dalam keadaan bukan baru, kendaraan bermotor bukan baru, dan garam.

Upaya juga ditempuh untuk memfasilitasi dan mengadministrasi kegiatan ekspor dan impor secara lebih baik, di samping melakukan pengendalian dan pengawasan terhadap barang impor yang harus diawasi khususnya dari aspek mutu.

Sejalan dengan semakin meluas dan mendalamnya kerjasama antar negara di bidang perdagangan, maka perhatian khusus juga diberikan kepada kerjasama perdagangan internasional, baik melalui forum bilateral, regional maupun multilateral. Kerjasama bilateral telah semakin diintensifkan melalui pertemuan tingkat tinggi antara pejabat Indonesia dengan pejabat tinggi negara-negara sahabat seperti Pakistan, India, Korea Selatan, Jepang, Uni Eropa, Mesir, Iran, Turki, Afrika Selatan, Amerika Serikat, Australia dan RRT. Dalam forum kerjasama regional, Indonesia juga memainkan peran yang lebih aktif antara lain dalam kerangka kerjasama ASEAN dan APEC.

Sementara dalam konteks multilateral, Indonesia secara pro-aktif telah ikut memainkan peran kunci dalam perkembangan pembahasan Doha Development Agenda. Indonesia antara lain menjadi koordinator kelompok negara anggota WTO yang bergabung dalam G-33 untuk memperjuangkan konsep Special Products dan Special Safeguard Mechanism. Dalam posisinya sebagai koordinator G-33 ini, Indonesia juga berperan aktif membangun aliansi dengan kelompok negara berkembang anggota WTO yang tergabung dalam G-20. Sementara itu kerjasama multilateral lainnya juga tidak luput dari partisipasi aktif Indonesia, seperti International Tripartite Rubber Council, International Pepper Community, dan Asian and Pacific Coconut Community. Hal yang tidak dapat dilewatkan adalah bahwa melalui berbagai forum kerjasama ini, Indonesia mendapatkan sejumlah bantuan dalam rangka “capacity building.”

Selain meningkatkan kerjasama dalam lingkup bilateral, regional dan multilateral tersebut, Departemen Perdagangan juga aktif membantu para eksportir yang produknya dikenai tuduhan dumping atau menghadapi ancaman safeguard di negara tujuan ekspor. Beberapa produk yang menghadapi tuduhan dumnping antara lain adalah lined paper school supplies, kain tenun dari benang filamen, PET resin, clear float glass, polyester staple fiber, oil filter, laminated parquet, polyester filament yarn, dan caustic soda.

Upaya-upaya intensif dan agresif juga telah dilakukan sepanjang tahun 2005 dalam rangka pengembangan ekspor. Indonesia antara lain telah menggelar Solo Exhibitions di Sharjah dengan nilai transaksi US$ 1,7 juta, dan di Beijing dengan transaksi dagang senilai US$ 57,9 juta dan kerjasama investasi senilai US$ 210 juta. Indonesia juga berpartisipasi di 60 pameran luar negeri dengan total transaksi mencapai US$ 324,6 juta. Di dalam negeri, Pameran Produk Ekspor ke-20 berhasil mendatangkan buyers sebanyak 2.278 orang dari 99 negara dan menghasilkan transaksi senilai US$ 140 juta. Untuk dapat lebih menggali potensi ekspor daerah, Departemen Perdagangan bekerjasama dengan PEMDA Provinsi dan JICA juga telah mengembangkan pelatihan melalui Pusat Pelatihan dan Promosi Ekspor Daerah (P3ED) di empat daerah (Surabaya, Medan, Makassar dan Banjarmasin).

Perhatian khusus juga diberikan pada pengembangan perdagangan berjangka komoditi dan pasar lelang. Pada tahun 2005 lalu antara lain telah dikembangkan Sistem Perdagangan Alternatif (SPA), penyampaian RUU Sistem Resi Gudang kepada DPR-RI, serta peresmian pasar lelang untuk produk pertanian, perikanan, perkebunan dan industri agro di emnpat lokasi yakni Bali, Mataram, Padang dan Jambi.

Informasi selengkapnya mengenai pencapaian di sektor perdagangan pada tahun 2005 serta prospek perdagangan dan investasi di tahun 2006 dapat diperiksa pada dokumen siaran pers yang telah didistribusikan. Harapan Departemen Perdagangan adalah agar pencapaian yang telah diraih pada tahun 2005 dapat kita tingkatkan dan berbagai kekurangan dapat kita perbaiki. Ini semua memerlukan kerja keras dan kerjasama dari semua pihak agar Indonesia dapat melalui tahun 2006 dengan selamat dan kinerja yang lebih baik dari sebelumnya.

Biro Umum dan HUMAS DEPDAG

5 Januari 2006

Comments»

No comments yet — be the first.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: